LOG MASUK ANGGOTA  |   DAFTAR

Tanya-Jawab

Memahami kebutuhan nutrisi dalam berbagai pengobatan kanker itu penting dalam merawat pasien. Anda mungkin telah membaca atau disarankan oleh teman-teman dan keluarga yang bermaksud baik untuk menghindari jenis makanan tertentu atau mengonsumsi suplemen. Namun, beberapa informasi mungkin bertentangan dan mengakibatkan kebingungan.

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan selama pertemuan kami dengan pasien kanker dan pengasuh mereka. Jawaban untuk setiap pertanyaan dimaksudkan untuk memberikan klarifikasi dan memungkinkan Anda membuat pilihan yang tepat.

Apakah gula memberi makan sel kanker?
Karbohidrat adalah sumber utama energi bagi tubuh kita, dan itu adalah satu-satunya sumber energi bagi otak kita. Karbohidrat dipecah menjadi gula sederhana dalam proses pencernaan, dan gula adalah nutrisi yang paling sederhana untuk digunakan oleh sel tubuh kita. Beragam makanan karbohidrat yang biasa kita makan adalah buah-buahan, produk susu, beras, mie, roti, biskuit, produk kacang, dan sayuran yang memiliki tepung termasuk kentang, jagung, tapioka, dan juga minuman serta makanan penutup yang manis.

Ini berarti bahwa gula tidak perlu sepenuhnya dihindari, namun asupan gula yang berlebihan tidak dianjurkan karena gula itu sendiri tidak memiliki gizi lain selain memberikan kalori yang dibutuhkan. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan bahwa asupan gula sederhana yang berlebihan dapat meningkatkan gula darah kita dengan lebih cepat dibandingkan dengan asupan karbohidrat kompleks. Ketika kadar gula darah kita tinggi, pankreas kita akan melepaskan insulin untuk mengubah gula. Hiperinsulinemia atau produksi insulin berlebih diduga menyebabkan respons peradangan dalam tubuh kita yang dapat menyebabkan peningkatan risiko kanker.

Apakah madu merupakan pengganti gula yang lebih baik? Apakah madu aman untuk dikonsumsi?
Madu terdiri dari fruktosa (~38%), glukosa (~31%), air (~17%), dan karbohidrat lainnya adalah maltosa, sukrosa, serta beberapa karbohidrat kompleks. Madu juga mengandung vitamin dan mineral, seperti vitamin C, zat besi, kalsium, fosfat, dsb.

Madu memiliki sifat anti-bakteri dan anti-jamur. Madu juga bertindak sebagai anti-oksidan. Oleh karena itu, mengkonsumsi madu memiliki manfaat. Namun, jika seseorang sedang menjalani pengobatan aktif misalnya kemoterapi, terapi radiasi, atau menjalani transplantasi sel punca, madu tidak aman untuk dikonsumsi karena kebanyakan madu tidak dipasteurisasi dan mungkin mengandung serbuk sari atau bahkan bakteri yang dapat menyebabkan alergi atau infeksi.

Anda dapat membeli madu yang telah dipasteurisasi sebagai alternatif, tetapi Anda tidak akan mendapatkan semua keampuhan madu karena semua enzim aktif akan hancur di bawah suhu tinggi selama proses pasteurisasi.

Apakah aman mengkonsumsi daging merah?
Daging merah, seperti daging sapi dan domba, memberikan nutrisi yang tidak ditemukan dalam daging putih, seperti zat besi, seng, dan vitamin B12. Nutrisi-nutrisi ini penting dalam pembentukan sel darah merah dan hemoglobin. Memakannya dengan porsi sedikit sekali atau dua kali seminggu akan memberikan nutrisi yang cukup. Di sisi lain, jika mengkonsumsi terlalu banyak daging merah atau bila mengkonsumsinya terlalu sering, atau mengkonsumsi daging dengan lemaknya yang tinggi, maka asupan daging merah dapat meningkatkan risiko penyakit koroner dan kanker tertentu.

 

Dapatkah saya mengkonsumsi suplemen selama pengobatan?
Banyak jenis suplemen menjanjikan berbagai manfaat dan klaim kesehatan yang tersedia di pasar. Anda harus berhati-hati saat memilih suplemen. Apakah Anda telah memahami dengan baik suplemen-suplemen ini dan mengapa perlu dikonsumsi?

Pil multi-vitamin dan mineral yang terdiri dari batas Porsi Harian yang tidak melebihi Porsi Harian yang disarankan (Recommended Daily Allowance-RDA) untuk semua nutrisinya adalah aman untuk dikonsumsi selama pengobatan.

Suplemen vitamin antioksidan & mineral atau fito-nutrisi & fito-kimia yang bertindak sebagai antioksidan tidak dianjurkan untuk dikonsumsi selama pengobatan. Terdapat pertentangan mengenai manfaat mengkonsumsi suplemen-suplemen ini pada pasien yang menjalani pengobatan kanker.

Suplemen yang meningkatkan kekebalan tubuh seperti asam amino, bubuk protein aman untuk dikonsumsi selama pengobatan. Namun, pastikan bahwa suplemen diproduksi oleh perusahaan farmasi terkemuka.

Jika Anda mengkonsumsi suplemen lainnya, yang terbaik adalah mendiskusikan dengan onkolog dan/atau ahli gizi Anda untuk memastikan bahwa Anda memperoleh manfaat dari suplemen ini dan tidak membebani tubuh Anda dengan pil yang tidak perlu.

Apakah saya sebaiknya menggunakan produk organik?
Makanan dari tumbuhan dianggap organik jika diproduksi tanpa modifikasi genetika, tidak menggunakan pupuk kimia, dan dengan pembatasan penggunaan pestisida konvensional. Untuk ternak organik, tidak ada hormon antibiotik atau pertumbuhan yang diberikan. Makanan organik dapat disertakan dalam pola makan pasien kanker, tetapi tidak selalu diperlukan. Mengingat dibatasinya penggunaan pengawet makanan, makanan organik dapat menjadi basi dengan lebih cepat dan dapat berpotensi memiliki jumlah racun hayati/biotoksin yang lebih tinggi karena kurangnya herbisida/fungisida yang dipakai di bagian luarnya. Oleh karena itu, ketika memutuskan untuk membeli makanan organik, kita perlu mempertimbangkan sumber makanan organik itu, akan lebih ideal jika pertanian organik yang memasok produk ini dekat dengan tempat kita untuk memastikan waktu transportasi terpendek dan dengan demikian memberikan kualitas nutrisi yang optimal.

 

Apa yang dimaksud dengan makanan hasil rekayasa genetika (GMO)?
Makanan hasil rekayasa genetika mengacu pada makanan yang dihasilkan dari organisme yang telah mengalami perubahan tertentu yang dilakukan pada DNA mereka dengan menggunakan metode rekayasa genetika. Teknik ini memungkinkan tanaman yang direkayasa memiliki ketahanan lebih baik terhadap patogen, herbisida, dan/atau memberikan profil nutrien yang lebih baik. Terdapat konsensus ilmiah yang pada umumnya mengatakan bahwa makanan di pasar yang berasal dari tanaman hasil rekayasa genetika menimbulkan risiko yang lebih besar terhadap kesehatan manusia daripada makanan konvensional.

 

Apakah ada makanan atau pola makan yang menyebabkan kanker?
Ada banyak makanan diet 'anti-inflamasi' dan sementara setiap rencana memiliki lika-likunya sendiri, semua didasarkan pada konsep umum bahwa peradangan secara konstan atau tidak terkendali di dalam tubuh akan menyebabkan kesehatan yang buruk, dan bahwa makan untuk menghindari inflamasi konstan meningkatkan kesehatan yang lebih baik dan dapat menjauhkan penyakit.

Berikut adalah beberapa contoh makanan yang dianggap sebagai sumber peradangan, atau proses penyiapan makanan yang dapat meningkatkan risiko kanker:

* Cendawan & racun: misalnya Aflatoksin dalam sereal, biji-bijian, dan kacang tanah, dan Fumonisin dalam jagung

* Penyiapan makanan;

Apakah ada pola makan untuk mencegah kambuhnya kanker?
World Cancer Research Fund dan American Institute for Cancer Research mengkaji ribuan studi dan memberikan ringkasan tentang faktor-faktor yang membantu mencegah timbulnya dan kambuhnya kanker.

Beberapa perubahan gaya hidup yang telah terbukti membantu adalah: